834 Taruna Baru Polimarim 2026 Resmi Dilantik, Plt Kepala LLDikti IX Sultan Batara Dukung Jadi Universitas

Sebanyak 834 taruna-taruni baru Politeknik Maritim AMI Makassar (Polimarim) resmi dilantik di halaman Kampus di Jalan Nuri Baru Nomor 1, Makassar, Sabtu (26/9/2026).

Upacara pelantikan dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara (Sultan Batara), Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K), M.Med.Ed. yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Polimarim Dr. Ir. Amrin Pettarani, SE., ST., MT., MM., MAP., CRP., CIQA, jajaran pimpinan Polimarim, serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Makassar.

Pelantikan ratusan taruna tersebut menjadi penanda meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi bidang kemaritiman. Prof. Budu menilai jumlah peserta didik baru yang mencapai lebih dari 800 orang menunjukkan adanya kepercayaan publik terhadap Polimarim.

Menurut dia, tingginya minat masyarakat juga tidak terlepas dari kebutuhan industri kemaritiman yang terus berkembang. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kebutuhan besar terhadap sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di sektor kelautan. 

“Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat sangat tinggi. Kebutuhan kemaritiman juga sangat besar karena dua pertiga wilayah bangsa ini terdiri dari lautan. Kebutuhan sumber daya manusia yang berkaitan dengan kelautan dan kemaritiman tidak akan pernah habis,” ujar Prof. Budu.

 

Ia menyebut, apabila manajemen Polimarim terus berkembang, memperkuat kualitas pendidikan, serta meningkatkan tata kelola institusi, kampus vokasi tersebut memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu lembaga pendidikan maritim unggulan.

 

Prof. Budu menegaskan pendidikan vokasi memiliki posisi strategis karena berorientasi pada keterampilan dan kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, pendidikan vokasi kemaritiman menjadi bagian penting dalam menyiapkan tenaga profesional yang mampu menjawab kebutuhan industri nasional maupun global. Terlebih Polimarim dikenal mencetak pelaut-pelaut handal yang terserap di pelayaran internasional.

“Vokasi itu adalah pendidikan terapan, pendidikan skill. Untuk bidang kepelautan dan kemaritiman, kebutuhannya sangat besar dan akan terus berkembang,” katanya.

Langkah Polimarim Menuju Universitas

LLDIKTI Wilayah IX, kata Prof. Budu, berkomitmen mendukung pengembangan Polimarim melalui penguatan kualitas akademik dan kelembagaan. Dukungan tersebut antara lain melalui pendampingan penjaminan mutu dan akreditasi program studi.

Selain itu, LLDIKTI IX juga membuka ruang komunikasi apabila Polimarim ingin menghadirkan program studi baru yang lebih adaptif terhadap perkembangan industri.

 

“Kami akan membantu dari sisi penjaminan untuk akreditasi program studi. Kalau ada rencana membuka program studi baru yang lebih transformatif, adaptif, dan inovatif, tentu akan kami dukung,” ujarnya.

Prof. Budu juga memberikan apresiasi terhadap langkah Polimarim dalam memberikan akses pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu, khususnya anak yatim dan piatu. Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan semangat pemerataan pendidikan tinggi.

Ia mengatakan LLDIKTI IX juga memiliki program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang saat ini memasuki tahap verifikasi. Ia berharap mahasiswa Polimarim dapat menjadi penerima manfaat program tersebut apabila memenuhi persyaratan.

Terkait rencana transformasi Polimarim menjadi universitas, Prof. Budu menilai langkah tersebut membutuhkan kesiapan dari sisi keberagaman program studi dan kualitas akademik.

 

Menurutnya, perubahan status institusi dari politeknik menuju universitas bukan hanya persoalan peningkatan nama lembaga, tetapi juga memberikan fleksibilitas dalam pengembangan bidang keilmuan.

 

“Untuk menjadi universitas, salah satu persyaratannya adalah keberagaman program studi. Saya melihat Polimarim sudah mulai berkembang. Jika program studi baru terus bertambah dan kualitas program studi semakin baik, maka langkah menuju universitas akan semakin terbuka,” katanya.

Sementara itu, Direktur Polimarim Dr. Ir. Amrin Pettarani menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Budu dalam kegiatan pelantikan tersebut.

Ia mengatakan dukungan LLDIKTI menjadi energi baru bagi Polimarim untuk memperkuat eksistensinya sebagai institusi pendidikan vokasi maritim.

Bantuan Biaya Kuliah Gratis

Amrin mengungkapkan, selain memperoleh informasi kuota 50 penerima KIP Kuliah tahun ini, Polimarim juga memiliki program bantuan pendidikan mandiri yakni kuliah gratis hingga selesai bagi taruna yatim-piatu.

Pada pelantikan diserahkan secara simbolis bantuan kuliah gratis kepada 2 taruna yatim-piatu. Selain itu terdapat bantuan pendidikan untuk belasan taruna-taruni yang berstatus Yatim atau piatu.

“Selain KIP, kami memberikan bantuan kepada anak yatim dan piatu. Mereka kami gratiskan biaya kuliahnya. Ini menjadi komitmen Polimarim agar akses pendidikan tetap terbuka bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, Polimarim terus berupaya membuka program studi baru yang sesuai dengan kebutuhan sektor kemaritiman dan memperkuat rencana pengembangan menjadi universitas vokasi.

“Ke depan kami akan mengupayakan program studi yang bisa menjawab kebutuhan industri, khususnya bidang vokasi. Kami berharap rencana pengembangan menjadi universitas vokasi mendapat dukungan positif dari berbagai pihak,” kata Amrin.

Selain penguatan kelembagaan, Polimarim juga mulai memperluas jejaring internasional. Dalam dua bulan terakhir, sejumlah taruna dikirim mengikuti program magang industri di perusahaan internasional di Taiwan. Program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi taruna bidang kepelautan, tetapi juga program studi nonkepelautan.

Prof. Budu menilai langkah internasionalisasi tersebut sejalan dengan arah pengembangan perguruan tinggi Indonesia menuju keterhubungan global.

Menurut dia, pengalaman mahasiswa di luar negeri dapat meningkatkan kompetensi, wawasan internasional, sekaligus memperkuat reputasi institusi.

“Program seperti ini sangat penting. Tidak hanya meningkatkan kemampuan mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak terhadap pengembangan institusi dan daya saing internasional,” ujarnya.

Ke depan, ia berharap kerja sama internasional Polimarim dapat diperluas ke berbagai negara yang memiliki sistem kemaritiman maju seperti Jepang dan Korea Selatan.

Amrin menambahkan, peluang kerja sama internasional terus terbuka. Polimarim kini mendapat tawaran program magang dari Korea Selatan untuk sekitar 100 taruna. Selain itu, terdapat peluang pengembangan kapasitas dosen melalui program pendidikan di Inggris yang difasilitasi pemerintah Inggris.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Polimarim memperkuat kualitas pendidikan vokasi maritim dan menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (*)

sumber berita: 834 Taruna Baru Polimarim 2026 Resmi Dilantik, Plt Kepala LLDikti IX Sultan Batara Dukung Jadi Universitas | solusinews

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *